Topiksumut.id, LANGKAT – Belasan orang yang tergabung kelompok geng motor yang membawa senjata tajam (Sajam) di simpang Jalan Tol Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diringkus polisi.
Aksi kelompok geng motor ini pun viral di media sosial (medsos) pada, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, tepatnya di Bukit Satu, Lingkungan Karya, Kelurahan Tangkahan Durian.
“Mulanya pada, Minggu (20/6/2026) salahsatu kelompok anggota geng motor berinisial MR warga Desa Tangkahan Durian, berselisih paham di sekolah dengan salahsatu kelompok geng motor lainnya berinisial T warga Kampung Lama Besitang,” ujar Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, Kamis (25/6/2026).
Lanjut Ghulam, dari perselisihan tersebut, tercetus pernyataan dari T yang mengajak berkelahi. Lalu diladeni oleh MR dengan mengatakan “Yok kita One By One”.
“Permintaan MR One By One tidak di setujui oleh T. Tapi T mengajak berkelahi beramai-ramai,” kata Ghulam.
“Dan disepakati, mereka pun jumpa di simpang Pangkalan Susu. MR menyampaikan permasalahan ini kepada rekan-rekan sepermainan (bukan kelompok geng motor) dan menyatakan bahwa anak Kampung Lama Besitang, mengajak main ramai-ramai pakai sajam,” sambungnya.
Kemudian, disepakati lah pertemuan untuk jumpa berkelahi dengan sajam di simpang Pangkalan Susu, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun ⁠sampai waktu yang ditentukan, kelompok dari anak Kampung Dalam Besitang tidak muncul.
“Muncul lah ide dari anak Babalan untuk membuat video seperti video yang viral tersebut. Aksi mereka dilakukan di jalan lintas tepatnya dekat simpang Jalan Tol Brandan mengarah ke arah Besitang,” ucap Ghulam.
“Setelah kegiatan itu, mereka kembali dan salahsatu anggota geng motor berinsial AP mengedit video itu dan dikirimkan ke status media sosial mereka masing-masing, dengan tujuan untuk menakuti-nakuti pihak lawan Anak Kampung Lama Besitang. Sehingga video itu Viral di Facebook, dan Instagram,” tambahnya.
Selanjutnya pada, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, Kapolsek Babalan, AKP Eben H Tarigan mendapat informasi dari masyarakat terkait video viral geng motor.
Di mana kelompok yang berseteru melibatkan anak-anak dari Brandan Barat, Sei Lepan dan Desa Kampung Dalam Besitang.
“Kapolsek Babalan langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Besitang, AKP Abed Nebo untuk memprofiling dan mengungkap siapa-siapa saja anggota geng motor itu. Kapolsek Babalan kemudian memerintahkan Kanit Reskrim, Ipda M Taufan untuk melakukan penyelidikan,” kata Ghulam.
Personel pun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salahsatu anggota geng motor berinisial MR di Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat.
Dari kediaman rumah MR didapati dan diamankan satu golok/pedang dengan sarung gagang berwarna hitam, dengan panjang sekitar 75 cm, yang diakuinya adalah milik temannya yang ia gunakan saat konvoi.
“⁠Saat diinterogasi ia mengakui perbuatannya dan menyebutkan serta menunjukkan alamat teman-temannya yang terlibat. Selanjutnya personel bergerak untuk menyeser dan mengamankan satu persatu anggota geng motor dalam aksi konvoi bersajam,” kata Ghulam.
Personel pun menyisir anggota geng motor lainnya. Hasilnya personel mengamankan PA, RD, AG, AP, DA, AH, MVP, RS, MRN, MBN, MAK, AM, IS, HM, dan TAK.
Dari tangan belasan anggota geng motor itu, personel enam parang, satu celurit sepanjang 130 cm, bendera USA, ketapel dan anak panahnya yang terbuat dari paku yang dimodifikasi.
Selanjutnya seluruh anggota geng motor yang masih di bawah umur itu diamankan ke Polsek Babalan.
“Pada Rabu (24/6/2026) bertempat di Aula Polsek Babalan, telah dilaksanakan kegiatan Restorative Justice (RJ) terhadap permasalahan selisih paham yang berujung munculnya video viral. Dalam kegiatan tersebut para orangtua anggota geng motor itu memohon maaf dan meminta anak-anak mereka dapat dilakukan RJ dan dibina,” tutup Ghulam. (red)

Scroll Untuk Lanjut Membaca