Topiksumut.id, LANGKAT – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir, PPNI DPK Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara bersama USU Peduli melaksanakan kegiatan kemanusiaan di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.
Kegiatan ini diawali dengan penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjung Pura, yang diwakili oleh Arziali Anwar, sebagai upaya meringankan beban masyarakat pascabencana.
Selain penyaluran bantuan, tim Fakultas Keperawatan USU juga memberikan serangkaian edukasi kesehatan yang relevan dengan kondisi pascabanjir.
Kegiatan dibuka oleh Ketua DPK PPNI Fakultas Keperawatan USU, Lufthiani, S.Kep, Ns, M.Kes. Kemudian dilanjutkan penyampaian penyuluhan mengenai penyakit menular pascabanjir dari Sub Departemen Keperawatan Komunitas.
“Materi ini menekankan langkah-langkah pencegahan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat setelah banjir,” ujar Lufthiani.
Kemudian, Dr. Siti Zahara Nasution dari Sub Departemen Keperawatan Keluarga menyampaikan edukasi tentang ketahanan keluarga pascabencana, dengan menekankan peran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis seluruh anggota keluarga.
Sementara itu, Dr. Rika Endah Nurhidayah memperkenalkan manfaat serta cara pemanfaatan ECO Enzim, produk inovasi LPPM Universitas Sumatera Utara, yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan kulit yang kerap dialami korban banjir.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi trauma healing menggunakan teknik Progressive Muscle Relaxation yang dipandu oleh tim keperawatan jiwa, yakni Dr. Sri Eka Wahyuni, Jenny M. Purba, Ph.D, dan Dr. Wardiyah Daulay.
Sesi ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, dalam mengurangi stres serta dampak psikologis akibat bencana.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Keperawatan USU menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana. (Red)








