Topiksumut.id, LANGKAT – Perasaan senang dan bahagia dirasakan Dewi Fitri Nopasari (36) seorang guru di SDN 050669 Ulu Brayun, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pasalnya pada Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2025 ini, ia masih bisa merayakan bersama murid-muridnya.
Apalagi pada tahun ini, perayaan HGN bagi Dewi sangat spesial. Berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Perasaan saya sangat senang dan bahagia karena saya masih diberikan kesempatan untuk bisa merayakan hari guru nasional,” kata Dewi saat diwawancarai wartawan, Selasa (25/11/2025).
Ditahun sebelumnya, Dewi masih menjadi seorang guru honorer sejak tahun 2008 lalu. Namun pada tahun 2019, ia pun pindah mengajar di sekolah dasar (SD) Negeri.
“Sebelum dilantik menjadi PPPK, saya sudah honor dari tahun 2008. Kemudian saya pindah ke Sekolah Negeri di tahun 2019,” kata Dewi.
Dewi pun mengungkap lika-liku saat sebelum ia dilantik menjadi seorang PPPK.
“Lika-liku saya adalah bersama temen-teman seperjuangan angkatan tahun 2024, memperjuangkan untuk menghapus Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT),” ujar Dewi.
Diketahui pada tahun anggaran 2023 seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Kabupaten Langkat, sempat berpolemik.
Hasilnya ada lima orang ditetapkan tersangka oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) pada kasus kecurangan dan suap seleksi PPPK guru di Kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2023.
Gitu pun Dewi mengungkapkan alasannya hingga menjadi seorang guru.
“Alasan saya menjadi guru adalah ingin mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia, agar menjadi manusia yang bertauladan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Dewi.
“Harapan saya anak-anak di Indonesia semakin bertambah baik, dan dunia pendidikan semakin maju,” tutupnya. (Red)








