Topiksumut.id, SIDIKALANG – PT Gunung Raya Utama Timber Industri (Gruti) mulai kembali beraktivitas pasca terjadinya konflik sosial di Desa Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Sabtu (22/11/2025).
Penanggungjawab PT Gruti, Kerry Sinaga mengatakan, saat ini sejumlah pekerja akan mulai bekerja pada hari Senin (17/11) kemarin.
“Saat ini kami sudah mulai kembali berbenah, dan anggota sudah mulai bekerja sejak hari senin kemarin, ” ujar Kerry saat berada di Sidikalang.
Selain itu, pihaknya saat ini juga tengah membangun kembali basecamp yang sebelumnya sempat dibakar oleh massa.
Termasuk, lanjut Kerry rencana pembangunan pabrik kopi yang akan berdiri di lahan konsesi PT Gruti itu.
“Saat ini kami sedang mulai menyicil lah untuk pembangunan. Pelan – pelan lah. Basecamp dulu, baru nanti gudang, dan kemungkinan pabriknya, ” jelasnya.
Saat ini katanya PT GRUTI tengah membuat satu program, yakni Program Multi Usaha Kehutanan dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra, yang nantinya akan mendapat pengesahan dan persetujuan dari Menteri Kehutanan.
“Kita akan merangkul masyarakat untuk kita libatkan, terutama masyarakat diingkaran konsesi PT GRUTI,” jelas Kery.
“Kita ambil mereka menjadi mitra kita, dalam bentuk multi usaha. Mereka akan kita rekrut menjadi kelompok tani hutan di areal kita,” lanjutnya.
Melalui program ini, diharapkan akan menguntungkan kedua belah pihak, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat maupun daerah.
“Kita fokusnya di kopi. Kita akan membagikan bibit kopi ke masyarakat yang menjadi mitra nanti,” terangnya.
Kery berharap dengan peristiwa dan kejadian yang lalu dapat menjadi pelajaran dan pengalaman untuk melangkah lebih maju dan lebih baik.
“Harapan kita investasi yang di Dairi ini bisa berkembang,” pungkasnya. (Alv)








