Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Presiden Batalkan Pemangkasan Anggaran TKD Sumut, Ini Pesan Bobby Nasution

Redaksi by Redaksi
19/01/2026
in Berita
0
Bobby Nasution Akui Tak Tau Ada Migas di Empat Pulau Milik Aceh

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (Pemko Medan)

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Baca Juga

Eks Kadis Ketapang dan Pertanian Kota Binjai Ditetapkan Tersangka, Ini Kasus dan Modusnya

Eks Kadis Ketapang dan Pertanian Kota Binjai Ditetapkan Tersangka, Ini Kasus dan Modusnya

18/02/2026
Ya Ampun ! Wanita di Kota Binjai Jadi Penadah dan Terlibat Pencurian di Kutalimbaru

Ya Ampun ! Wanita di Kota Binjai Jadi Penadah dan Terlibat Pencurian di Kutalimbaru

29/01/2026

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Topiksumut.id, MEDAN – Gubernur Bobby Nasution mengatakan, terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang telah membatalkan pemangkasan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskan Bobby Nasution, pemangkasan TKD ini dibatalkan, karena anggarannya untuk pemulihan pasca bencana di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, seluruh kepala daerah 33 kab/kota harus menunjukkan dana TKD itu penggunaannya harus tepat sasaran.

Namun, ia tak merinci berapa jumlah total TKD yang akan didapatkan Pemprov Sumut tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak presiden atas perhatiannya kepada kami daerah terdampak bencana. Kami bersama-sama berkomitmen dengan TKD yang dikembalikan, untuk pemulihan terdampak bencana baik itu (pemulihan fisik) dan dampak ekonominya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, dikutip dari Tribun Medan, Senin (19/1/2026).

Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah memperjuangkan agar TKD daerah bencana batal dipangkas.

“Terima kasih juga Kepada pak Mendagri yang sudah sama-sama memperjuangkan (TKD Batal dipangkas). Kepada daerah-daerah jangan mengeluh laGubsgi, jangan manja lagi. Ini Pak Presiden sudah memberikan perhatian. Jadi buktikan, jangan dikecewakan,” ucapnya.

Bobby berharap, dana TKD yang batal dipangkas ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Dampak ekonominya ini yang kita inginkan tentunya bisa sama-sama semua bisa merasakannya,” ucapnya.

Diketahui Usulan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 tidak dipotong karena penanganan bencana, akhirnya diterima Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyetujui usulan agar dikembalikan seperti TKD 2025 setelah efisiensi.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers di kediamannya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

TKD Provinsi Sumut tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun. Awalnya pemerintah pusat menetapkan pemangkasan TKD senilai Rp 1,1 triliun untuk 2026, namun batal karena terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumut.

Presiden Prabowo lebih dulu menyetujui agar TKD Aceh, yang juga terdampak bencana banjir, tidak dipotong.

“Presiden kemudian sudah memutuskan tadi bahwa seluruh provinsi, kabupaten/kota tiga ini, Aceh, Sumut, dan Sumbar, Transfer Keuangan Daerahnya disamakan dengan tahun 2025,” kata Tito. (Red)

Tags: Bobby NasutionGubernurGubsuIndonesiaNasionalPrabowo SubiantoPresidenSumatera UtaraSumutTKD
Previous Post

Isap dan Jual Sabu di Dalam Gubuk, Pria di Langkat Diringkus Polisi

Next Post

Polres Binjai Setijab 3 Kapolseknya, Berikut Nama-namanya

Menarik Lainnya

Eks Kadis Ketapang dan Pertanian Kota Binjai Ditetapkan Tersangka, Ini Kasus dan Modusnya

Eks Kadis Ketapang dan Pertanian Kota Binjai Ditetapkan Tersangka, Ini Kasus dan Modusnya

18/02/2026
Ya Ampun ! Wanita di Kota Binjai Jadi Penadah dan Terlibat Pencurian di Kutalimbaru

Ya Ampun ! Wanita di Kota Binjai Jadi Penadah dan Terlibat Pencurian di Kutalimbaru

29/01/2026
Akhir Tahun 2025, Polres Dairi Jabarkan Hasil Pengungkapan Selama Setahun

Akhir Tahun 2025, Polres Dairi Jabarkan Hasil Pengungkapan Selama Setahun

31/12/2025
Dit Tipidter Bareskrim Polri Cek Lapangan, Warga: Mustahil Kayu PT TBS Melompat ke Sungai Garoga

Dit Tipidter Bareskrim Polri Cek Lapangan, Warga: Mustahil Kayu PT TBS Melompat ke Sungai Garoga

17/12/2025
Next Post
Polres Binjai Setijab 3 Kapolseknya, Berikut Nama-namanya

Polres Binjai Setijab 3 Kapolseknya, Berikut Nama-namanya

Populer

  • Agar tak Hanya Sebatas Seremonial, Ronggur Simorangkir Kawal Perobohan Diskotek Marcopolo

    Penetapan Tersangka Eks Kepala Dinas Pertanian Penuh Tanda Tanya, Ronggur : Agak Aneh

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Nasib THR Bagi Ribuan PPPK Paruh Waktu, Ini Kata Pemko Binjai

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Ternyata Wanita Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Positif Narkoba

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Berikut Daftar 20 SPGG di Langkat dan di Kota Binjai yang Dihentikan Operasionalnya Oleh BGN

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Warga Tanah Seribu Tewas Dibunuh, Pelaku Utama Seret Nama Oknum Ketua OKP di Binjai

    86 shares
    Share 34 Tweet 22

Rekomendasi

PTP Nonpetikemas Pastikan Pelayanan Arus Barang Tetap Lancar Selama Lebaran

PTP Nonpetikemas Pastikan Pelayanan Arus Barang Tetap Lancar Selama Lebaran

14/03/2026
Rumah Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, Hingga Sri Mulyani, Dijarah Massa yang Marah

Rumah Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, Hingga Sri Mulyani, Dijarah Massa yang Marah

31/08/2025
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net