Topiksumut.id, SIDIKALANG – Kisah pilu menyelimuti seorang bocah berinisial AGP (7) yang ditemukan oleh masyarakat dengan kondisi memprihatinkan di Jalan Merdeka tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

AGP ditemukan dengan kondisi penuh luka pada bagian wajah hingga kaki, sehingga kejadian tersebut viral di media sosial.

Dedi Angkat yang merupakan seorang pengacara angkat bicara dan mendesak APH khususnya Polres Dairi untuk mengusut tuntas kasus Penyiksaan Seorang Anak tersebut.

“Meski kasus tersebut masih belum mendapatkan konfirmasi kebenarannya tetap kami menilai melalui informasi tersebut Polres Dairi sudah seharusnya proaktif untuk segera melakukan investigasi, ” ujar Dedy.

Bila benar kejadian tersebut, Kantor Hukum DKA & Partners kami siap akan mendampingi anak tersebut hingga pelaku bisa diproses hukum dan anak tersebut mendapatkan keadilan.

“Melalui pemberitaan media ini sebagai manusia kami selaku praktisi hukum mempunyai sumpah Moral setidaknya mendesak APH Polres Dairi untuk mengusut segera, ” tegasnya.

Terlebih anak tersebut dalam video mengakui dirinya tidak mengetahui keberadaan ibunya dan Ayahnya sedang menjalani hukuman pidana.

Sebelumnya, petugas Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak cepat menyelamatkan bocah pria tersebut bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi. Namun proses tersebut sempat terkendala usai seorang wanita berinisial RS (52) melarang petugas untuk membawa AGP.

Setelah memperkenalkan diri, RS kemudian memberikan izin dan AGP akhirnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat pertolongan medis.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, saat ini kondisi AGP sedang dalam penanganan tim medis di RSUD, sembari dipantau selama proses penyembuhannya.

“Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil, ” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendekatan secara intens, AGP menceritakan bahwa wanita RS tersebut merupakan ‘Mak tua’ (bibi) dari AGP, dan diduga kerap mendapat tindakan kekerasan fisik.

“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya, ” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan visum, terdapat luka pada bagian bibir, luka lebam pada bagian tangan kiri serta terdapat luka yang sudah bernanah, dan kaki kanan juga terdapat luka yang sudah bernanah. (Alv)