Topiksumut.id, SAMOSIR – Festival Tao Toba Jou Jou 2026 yang berlangsung selama empat hari, 6–9 Agustus 2026, di Segmen 5 Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, berhasil mencatat transaksi penjualan UMKM mencapai Rp 6,05 miliar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Festival Tao Toba Jou Jou 2026 diselenggarakan melalui sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Pemerintah Kabupaten Samosir, serta berbagai pemangku kepentingan, dengan mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk mengintegrasikan potensi pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 digelar selama empat hari. Durasi yang lebih panjang tersebut diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

Hasilnya, transaksi penjualan UMKM selama festival mencapai Rp6,05 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, fesyen hingga produk kriya.

Capaian transaksi tersebut turut didukung kegiatan private preview Festival Ulos Boru Ni Raja serta business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja.

Tidak hanya mendorong transaksi penjualan, festival juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Melalui business matching antara perbankan dan pelaku usaha, tercatat komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa Festival Tao Toba Jou Jou tidak sekadar menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata.

Festival juga menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang pembiayaan bagi UMKM, sehingga potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih luas.

Salah satu kekuatan yang diangkat dalam Festival Tao Toba Jou Jou 2026 adalah warisan budaya dan wastra Batak. Hal itu direpresentasikan melalui simbolisasi “Manompuk”, yakni prosesi tradisi menenun secara bersama-sama.

Prosesi tersebut dilakukan pada pembukaan festival, 6 Agustus 2026, oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, bersama berbagai pemangku kepentingan.

Simbolisasi Manompuk kemudian disempurnakan melalui pemotongan benang terakhir pada puncak acara, 8 Agustus 2026. Prosesi tersebut menjadi simbol pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah.

Selain mengangkat warisan budaya, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Berbagai kegiatan tersebut antara lain Parade Agrobudaya yang melibatkan perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir, Festival Ulos Boru Ni Raja, Festival Kopi Tana Para Raja, Pameran UMKM Boru Ni Raja, Payment System & Services Activation, Operasi Pasar Murah, kegiatan edukasi, Festival Budaya Batak, Festival Kuliner Batak, Festival Musik Batak hingga Samosir Run.

Samosir Run tahun ini juga dikembangkan menjadi race run dengan melibatkan lebih banyak peserta, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang semakin menarik bagi pengunjung.

Rangkaian kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata Danau Toba. Tidak hanya meningkatkan kunjungan dan daya tarik wisata, kegiatan ini juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas usaha dan perluasan peluang ekonomi.

Bank Indonesia Sibolga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, Festival Tao Toba Jou Jou dan Samosir Run diharapkan tidak hanya memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Dengan transaksi UMKM yang mencapai Rp6,05 miliar dan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku UMKM dan komunitas dapat menjadi kekuatan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga Danau Toba tidak hanya semakin dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga mampu tampil sebagai destinasi pariwisata unggulan berkelas dunia yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. (uki)