Topiksumut.id, JAKARTA – Setelah rumahnya digeledah dan terseret dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU/PLN, PT Asabri hingga Krakatau Steel, Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adapun Febrie Adriansyah mundur dari jabatannya sebagai Jampidsus setelah sempat muncul usai rumahnya digeledah dan ditemukan banyak barang fantastis.

Kini, Febrie Adriansyah disebut mundur dari jabatannya.

Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri ini.

Kabar ini dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna.

Dalam keterangan resmi, Anang menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum.

Pengunduran diri Febrie ini seiring adanya proses hukum yang sedang ditangani oleh penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan seluruh tugas, fungsi, serta penanganan perkara di lingkungan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus tetap berjalan normal sesuai mekanisme yang berlaku,” terang Kapuspenkum, dilansir dari Tribunnews.com.

Kejaksaan Agung mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Sebelumnya, Febrie sempat muncul setelah namanya ramai terseret kasus korupsi pasokan batu bara PLTU/PLN, PT Asabri hingga Krakatau Steel.

Ia juga sempat beri pengakuan soal emas 74 kg dan uang ratusan miliar di dinding rumahnya yang digeledah di Sentul Bogor.

Dimana Febrie menyebut terkait temuan sejumlah uang dan emas 74 kilogram tersebut ada pemiliknya.

Ia pun mengaku kalau temuan itu bisa dipertanggung jawabkan.

“Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi jampidsus yang sudah sejak lama, itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal,” kata Febrie Adriansyah.

Soal sejumlah temuan yang ada di rumah mewah itu, Febrie pun mengatakan kalau uang dan emas itu ada pemiliknya.

“Dan mengenai uang. Kan sudah saya jelaskan, yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang menerima kegiatan, itu bisa juga ditanya,” kata dia.

“Kemudian juga ada kepemilikan bangunan yang bisa dicek,” tambah Febrie.

Febrie pun mengaku kalau keberadaan uang dan emas 74 kg itu bisa dipertanggung jawabkan.

“Itu semua kami yakin dapat dipertanggung jawabkan dengan benar. Tapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, tapi forum acara yang sesuai prosedur hukum,” tandasnya.

Namun dirinya membantah adanya keterkaitan dengan temuan di sebuah cafe kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

“Sekali lagi dapat saya jelaskan, bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete,” tandasnya. (red)