Topiksumut.id, LANGKAT – Orangutan yang diketahui diberi nama Pesek yang berusia 38 tahun, melahirkan anak ketujuhnya belum lama ini.
Hal inI disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser (BBTNGL) melalui petugas Resor Bukit Lawang dikawasan TNGL tepatnya di Jalur Trail 1 posisi Kayu Putih, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
“Berdasarkan hasil pengecekan awal di lapangan, kondisi induk dan anak dalam keadaan sehat,” ujar Pejabat Balai Besar TNGL, Palber Turnip, Kamis (26/3/2026).
Lanjut Turnip, induk orangutan betina bernama Pesek merupakan salah satu individu rehabilitan yang saat ini hidup liar di kawasan TNGL.
Pesek diterima di pusat rehabilitasi pada tahun 1993 saat diperkirakan berusia sekitar lima tahun, setelah diserahkan oleh masyarakat dari wilayah Binjai.
“Saat ini usia Pesek diperkirakan telah mencapai sekitar 38 tahun dan telah melahirkan sebanyak tujuh kali,” ucap Turnip.
Riwayat kelahiran anak-anak Pesek antara lain April (April 1997), Hirim (25 Agustus 2001 meninggal dunia pada tahun 2002), Alam (25 Agustus 2004), Wati (4 Agustus 2006), Valentino (7 Februari 2013), Pandemik (20 Februari 2020), serta kelahiran terbaru pada 24 Maret 2026 yang hingga saat ini belum diberi nama dan jenis kelamin belum teridentifikasi.
Petugas BBTNGL bersama mitra konservasi OIC direncanakan akan melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan perkembangan dan keselamatan induk serta anak dihabitat alaminya.
“Kelahiran individu orangutan dari induk rehabilitan yang telah mampu beradaptasi dan berkembang biak di alam liar, menjadi indikator penting keberhasilan upaya rehabilitasi satwa serta perlindungan habitat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser,” tutup Turnip. (red)








