Topiksumut.id, BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Sumatera Utara, melakukan pengawasan intensif harga dan ketersediaan pokok sembako menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H disejumlah pasar tradisional.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Baru Pasar Tavip ini menyasar pasar tradisional dan pasar modern di Kota Binjai guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Berdasarkan data rekapitulasi, tercatat adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas utama,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Gelora Jaya Ananda usai mengunjungi beberapa pasar, Rabu (11/2/2026).
Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting sebesar 7,2 persen menjadi rata-rata Rp 34.667/kg, dengan harga tertinggi di Pasar Brahrang mencapai Rp40.000/kg.
Tomat naik 5,9 persen menjadi Rp12 ribu/kg, dan bawang merah lokal naik 3,2 persen menjadi Rp 32.333/kg.
Pada sektor minyak goreng, varian premium naik 4,8 persen menjadi Rp22 ribu/liter, dengan harga tertinggi Rp23 ribu/liter di Pasar Kebun Lada. Sementara minyak goreng curah kuning naik 2,7 persen menjadi Rp19 ribu/liter.
“Meski terdapat beberapa kenaikan, sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil,” ujar Gelora.
Sedangkan beras premium dijual rata-rata Rp15.667/kg, beras medium Rp13.833/kg, dan gula pasir Rp17.667/kg.
Untuk protein hewani, daging sapi murni tercatat Rp132.500/kg, daging ayam broiler Rp41.000/kg, dan telur ayam broiler Rp27.500/kg.
Sementara itu, komoditas ikan dan bahan pangan olahan juga terpantau stabil, di antaranya ikan asin teri Rp100.000/kg, ikan dencis Rp33.333/kg, susu bubuk Dancow Rp48.000/400 gram, susu SGM Balita Rp41.333, serta tempe dan tahu mentah di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.333.
“Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengawal distribusi pangan serta mencegah spekulasi harga di tingkat pedagang dan distributor, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan nyaman menjelang Ramadan,” tutup Gelora. (Red)








