Topiksumut.id, BINJAI – Fakta mengejutkan terungkap saat Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi saat menyidak RSUD Djoelham Binjai pada, Kamis (8/1/2026).
Dalam sidaknya yang sudah beberapa kali dilakukannya, pria yang kerap disapa Jiji mengungkapkan jika ada oknum dokter spesialis yang terdata di RSUD Djoelham Binjai, namun tak pernah masuk hampir satu tahun.
Tapi Jiji gak membeberkan nama dan spesialias apa oknum dokter tersebut.
“Hari ini ada oknum dokter spesialias yang terdata di RSUD Djoelham tapi tidak pernah masuk hampir satu tahun,” kata Jiji, Kamis (8/1/2026).
Lanjut Jiji, ia meminta agar dokter tersebut ditindak.
“Kita harus disiplin, kita harus tegas, kita gak mau tau di belakangnya siapa, mau titipan siapa, sama kita gak penting,” ucap Jiji.
“Yang penting pelayanan di rumah sakit ini maksimal. Kita butuh dokter yang benar mengabdi untuk masyarakat. Karena ini harus selaras dengan asta cita Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto,” sambungnya.
Jiji pun mengingatkan agar masyarakat tidak tidak dipermainkan apalagi soal kesehatan.
“Jangan sepele mempermainkan masyarakat, apalagi kesehatan ini berhubungan dengan nyawa. Siapa yang bertanggungjawab harus dibuka terang benderang,” ujar Jiji.
Gitupun Jiji menegaskan Pemerintah Kota Binjai memohib maaf kepada masyarakat, jika sampai saat ini masih ada kekurangan di RSUD Djoelham.
“Dan kami selaku pemerintah kota memohon maaf kepada masyarakat jika ada kekurangan, ini menjadi PR kami, dan saya tidak tinggal berdiam diri,” ucap Jiji.
Sedangkan itu, Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr Romy saat dikonfirmasi tetang oknum dokter spesialis yang tak masuk hampir setahun, memilih bungkam.
Sikap bungkam dr Romy sudah berulang kali dilakukannya. Ia jarang merespon konfirmasi wartawan yang menanyakan soal permasalahan yang terjadi di RSUD Djoelham Binjai.
Dikabarkan sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi juga melakukan sidak pada pemungutan parkir di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Kota Binjai, Sumatera Utara.
Dalam sidaknya pria yang kerap disapa Jiji resmi menonaktifkan pemungutan parkir itu.
“Keluhan dari masyarakat, hari ini parkir di RSUD Djoelham dinonaktifkan. Jadi tidak ada perparkiran di RSUD Djoelham,” kata Jiji, didampingi Kepala Inspektorat Binjai, Heny Sitepu, dan Krpala Dinas Perhubungan, Harimin Tarigan.
Lanjut Jiji, ia juga menyampaikan kepada Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr Romy agar memperhatikan nasib karyawan.
“Saya sampaikan ke direktur, karyawan juga diperhatikan. Jangan perparkiran jadi masalah, orang jadi parkirnya di kantor wali kota,” ucap Jiji.
Tak hanya itu, Jiji juga meminta kepada Inspektorat Binjai agar memeriksa siapa dalang dibalik kebijakan pemungutan parkir di RSUD Djoelham Binjai.
“Saya bilang ke Inspektorat Kota Binjai, agar kebijakan pemungutan parkir ini diperiksa. Siapa yang buat masalah, kita sampaikan ke pak wali yang seterang-terangnya, jangan asal pak wali senang, yang dikorbankan masyarakat,” ucap Jiji.
Bahkan menurut Jiji, Wali Kota Binjai, Amir Hamzah tidak mengetahui dan terinformasi soal keputusan pemungutan parkir yang dipihak ketigakan.
“Saya meminta Inspektorat Binjai untuk memeriksa dengan baik. Yang pastinya kita belum ada kajian resmi mengenai tentang kelola parkir di RSUD Djoelham. Sehingga apa yang diputuskan hari ini menjadi tanda tanya kita bersama,” ucap Jiji.
“Yang pastinya sudah sampaikan ke direktur RSUD Djoelham yang harus kita tingkatkan itu kualitas pelayanan di rumah sakit. Yang harus kita tingkatkan fasilitas di rumah sakit,” sambungnya. (Red)








