Topiksumut.id, LANGKAT – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi Sekolah Dasar (SD) yang terkena dampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Salahsatu sekolah yang didatangi Abdul Mu’ti didampingi Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, ialah SDN 057239 di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dampak kerusakan sekolah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Akibat rusaknya bangunan utama sekolah, sebanyak 87 siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat dan fasilitas tempat ibadah yang berada di sekitar lokasi.
Menteri Pendidikan Dasar dan menengah itupun memberikan bantuan operasional sebesar Rp 15 juta untuk jenjang sekolah dasar dan Rp 20 juta untuk sekolah menengah pertama.
Selain itu, menteri bersama wakil bupati dan rombongan turut membagikan alat tulis dan biskuit kepada para siswa yang terdampak.
“Saya berharap pemerintah daerah dapat segera menyiapkan fasilitas belajar sementara guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (10/12/2025).
Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya percepatan penanganan, baik melalui perbaikan sekolah di lokasi semula maupun relokasi jika kondisi wilayah tersebut dinilai tidak lagi aman dari banjir.
“Apabila lokasi sekolah ini masih memungkinkan, agar segera diperbaiki. Namun jika lokasi ini sudah tidak memungkinkan lagi, segera direlokasi ke tempat yang lebih aman mengingat wilayah ini kerap dilanda banjir,” ujar Abdul Mu’ti.
Sedangkan Kepala Sekolah, Sariah Br Bangun, menyampaikan harapannya agar proses administrasi sekolah tidak dipersulit.
“Rapor dan sejumlah dokumen penting hilang akibat banjir,” kata Sariah.
Sementara itu, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti menjelaskan, bahwa pemerintah kabupaten akan memastikan seluruh proses administrasi disederhanakan dan tidak mempersulit pihak sekolah.
Tak hanya itu, Tiorita menambahkan pemkab segera menyediakan sarana dan prasarana pendukung agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Semua ini kita lakukan demi anak-anak tetap bisa menempuh pendidikan sesuai dengan visi dan misi kami. Jika ada kendala administrasi, silahkan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Langkat,” ucap Tiorita. (Red)








