Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Oknum TNI Asal Kisaran Tewas Diduga Dianiaya Senior saat Bertugas Diperbatasan

Redaksi by Redaksi
in Peristiwa
0
Oknum TNI Asal Kisaran Tewas Diduga Dianiaya Senior saat Bertugas Diperbatasan

Ilustrasi oknum TNI tewas,

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga

Api Besar dan Asap Hitam Tebal saat Pabrik Sendal Swallow Terbakar di Kota Medan

Pabrik Sandal Swallow di Kota Medan Terbakar saat Karyawan Istirahat, HRD: Tak Ada Korban Jiwa

28/01/2026
Belasan Jam Sudah, Api di Pabrik Swallow yang Terbakar di Kota Medan Masih Menyala

Belasan Jam Sudah, Api di Pabrik Swallow yang Terbakar di Kota Medan Masih Menyala

28/01/2026

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Tags: AsahanIndonesiaKisaranNasionalSumatera UtaraSumutTewasTNI
Previous Post

Sebanyak 3.798 PPPK Paruh Waktu di Langkat Terima SK, Didominasi Tenaga Teknis

Next Post

Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Menarik Lainnya

Api Besar dan Asap Hitam Tebal saat Pabrik Sendal Swallow Terbakar di Kota Medan

Pabrik Sandal Swallow di Kota Medan Terbakar saat Karyawan Istirahat, HRD: Tak Ada Korban Jiwa

28/01/2026
Belasan Jam Sudah, Api di Pabrik Swallow yang Terbakar di Kota Medan Masih Menyala

Belasan Jam Sudah, Api di Pabrik Swallow yang Terbakar di Kota Medan Masih Menyala

28/01/2026
Api Besar dan Asap Hitam Tebal saat Pabrik Sendal Swallow Terbakar di Kota Medan

Api Besar dan Asap Hitam Tebal saat Pabrik Sendal Swallow Terbakar di Kota Medan

28/01/2026
Lahan Masyarakat Mulai Abrasi Akibat Galian C Diduga Ilegal yang Eksis di Kecamatan Bahorok

Lahan Masyarakat Mulai Abrasi Akibat Galian C Diduga Ilegal yang Eksis di Kecamatan Bahorok

27/01/2026
Next Post
Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Populer

  • Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Akan Ada Jalan Baru, Ini Rutenya

    Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Akan Ada Jalan Baru, Ini Rutenya

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Betmen Tersangka Penganiayaan Pakai Parang Diringkus Polisi di Langkat, 4 Orang Masih DPO

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Ternyata Ini Alasan Musa Rajekshah tak Bisa Maju Jadi Calon Ketua DPD Golkar Sumut

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Puluhan Mobil Dinas Pemko Binjai Produksi di Bawah Tahun 2020 Akan Dilelang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Isap dan Jual Sabu di Dalam Gubuk, Pria di Langkat Diringkus Polisi

    66 shares
    Share 26 Tweet 17

Rekomendasi

Dua Kali Dikasih Pinalti Oleh Wasit, Garudayaksa Kalahkan PSMS Medan 0-2

Dua Kali Dikasih Pinalti Oleh Wasit, Garudayaksa Kalahkan PSMS Medan 0-2

31/10/2025
Diduga Bekingi Pabrik Kayu yang Kebal Hukum di Langkat, Ini Respon Donny Setha

Diduga Bekingi Pabrik Kayu yang Kebal Hukum di Langkat, Ini Respon Donny Setha

01/07/2025
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net