Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Oknum TNI Asal Kisaran Tewas Diduga Dianiaya Senior saat Bertugas Diperbatasan

Redaksi by Redaksi
02/01/2026
in Peristiwa
0
Oknum TNI Asal Kisaran Tewas Diduga Dianiaya Senior saat Bertugas Diperbatasan

Ilustrasi oknum TNI tewas,

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga

Diduga Sakit, Wanita Muda Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan di Sidikalang

Diduga Sakit, Wanita Muda Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan di Sidikalang

18/03/2026
Ternyata Wanita Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Positif Narkoba

Ini Pengakuan Pengemudi Sexy Usai Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai

17/03/2026

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

ADVERTISEMENT

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Topiksumut.id, ASAHAN – Setelah Prada Lucky, kini Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tewas diduga dianiaya seniornya berpangkat Kopral pada, Rabu (31/12/2025).

Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.

Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, di bantunya untuk mengusulkan,” jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, di Kisaran saat diwawancarai wartawan.

Lanjutnya, datang seorang seniornya lain berpangkat Kopral dan dipukul dengan menggunakan ranting, serta disuruh melakukan sikap taubat.

“Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral,” katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Ia kembali menyesalkan kematian anaknya ditangan sesama TNI, meskipun sedang menjaga kedaulatan NKRI.

“Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana,” katanya.

Katanya, perbuatan Kopral tersebut tidak dapat ditoleransi yang semestinya menjadi penguat dan juga penyemangat bagi juniornya, malah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi anaknya.

“Belum kering makan Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Sampai kapan anak-anak ini gugur ditangan sesama seragam TNI,” pungkasnya. (Red)

Tags: AsahanIndonesiaKisaranNasionalSumatera UtaraSumutTewasTNI
Previous Post

Sebanyak 3.798 PPPK Paruh Waktu di Langkat Terima SK, Didominasi Tenaga Teknis

Next Post

Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Menarik Lainnya

Diduga Sakit, Wanita Muda Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan di Sidikalang

Diduga Sakit, Wanita Muda Ditemukan Meninggal di Kamar Penginapan di Sidikalang

18/03/2026
Ternyata Wanita Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Positif Narkoba

Ini Pengakuan Pengemudi Sexy Usai Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai

17/03/2026
Pengemudi Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Negatif Narkoba, Ini Kata Polisi

Pengemudi Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Negatif Narkoba, Ini Kata Polisi

17/03/2026
Pengemudi Sexy Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai, Berikut Identitas 5 Orang Korban

Pengemudi Sexy Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai, Berikut Identitas 5 Orang Korban

16/03/2026
Next Post
Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Usai Libur Tahun Baru, Bupati Deliserdang Sidak Disdukcatpil Hingga Pasar

Populer

  • Agar tak Hanya Sebatas Seremonial, Ronggur Simorangkir Kawal Perobohan Diskotek Marcopolo

    Penetapan Tersangka Eks Kepala Dinas Pertanian Penuh Tanda Tanya, Ronggur : Agak Aneh

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Nasib THR Bagi Ribuan PPPK Paruh Waktu, Ini Kata Pemko Binjai

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Ternyata Wanita Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Positif Narkoba

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Berikut Daftar 20 SPGG di Langkat dan di Kota Binjai yang Dihentikan Operasionalnya Oleh BGN

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Warga Tanah Seribu Tewas Dibunuh, Pelaku Utama Seret Nama Oknum Ketua OKP di Binjai

    86 shares
    Share 34 Tweet 22

Rekomendasi

Sempat Menangis, Ini Tampang Immanuel Ebenezer Pakai Rompi KPK, Terima Uang Hasil Pemerasan Rp 3 Miliar

Sempat Menangis, Ini Tampang Immanuel Ebenezer Pakai Rompi KPK, Terima Uang Hasil Pemerasan Rp 3 Miliar

22/08/2025
Kejaksaan Bongkar Kasus Inalum, Badko HMI : Kejati Sumut tak Tunduk Tekanan Kekuasaan

Kejaksaan Bongkar Kasus Inalum, Badko HMI : Kejati Sumut tak Tunduk Tekanan Kekuasaan

23/12/2025
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net