Topiksumut.id, MEDAN – Menjadi atlet bukan sekadar tentang bakat, tetapi juga tentang tiga hal utama yang wajib dimiliki oleh setiap calon atlet: mental yang tangguh, disiplin tinggi, dan semangat juang tanpa batas.
Hal ini dibuktikan oleh Trioni Narvatilova, atau yang akrab disapa Onik, atlet arung jeram yang merupakan alumni Universitas Suatera Utara asal Medan yang sukses menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.
Perjalanan Onik dimulai pada tahun 2015 ketika ia bergabung dengan komunitas pecinta alam Kompas USU. Saat itu, Onik bahkan belum bisa berenang.
Namun, tekad dan keberaniannya untuk belajar serta menghadapi rasa takut membuatnya bertahan di dunia olahraga ekstrem ini.
1. Mental yang Tangguh
Menurut Onik, hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang atlet adalah mental yang kuat dan berani menghadapi tantangan, terutama ketika berhadapan dengan situasi berisiko di lapangan.
“Saya belajar untuk nggak panik waktu jatuh dari perahu. Dengan kontrol diri, kita bisa selamat meskipun arusnya kuat,” ujar Onik.
Pengalaman jatuh ke sungai saat latihan justru mengajarkannya pentingnya ketenangan dan penguasaan diri. Ia percaya bahwa keberanian sejati muncul bukan dari tanpa rasa takut, tetapi dari kemampuan mengendalikan ketakutan tersebut.
2. Disiplin yang Konsisten
Disiplin menjadi kunci utama dalam perjalanan karier Onik. Selama dua tahun menjelang PON 2024, ia menjalani latihan intens setiap hari. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta, Onik tetap konsisten menjaga pola latihan.
“Capek pasti, tapi kalau ingat tujuan dan dukungan keluarga, semangat lagi,” katanya.
Rutinitas padat antara bekerja di pagi hingga sore hari lalu langsung latihan pada malam hari menjadi bukti nyata komitmen dan tanggung jawab seorang atlet sejati.
3. Semangat Juang Tanpa Batas
Keterbatasan fasilitas tak pernah membuat Onik menyerah. Ia bersama tim tetap berlatih dengan peralatan seadanya hingga akhirnya mendapatkan dukungan penuh menjelang lomba.
“Kami percaya, kalau ada kemauan pasti ada jalan. Walau awalnya susah, hasilnya akan sepadan,” ungkapnya.
Kini, Onik tengah menatap Kejurnas 2025 di Sulawesi Selatan sebagai langkah menuju kompetisi internasional.
Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan berusaha keras meraih cita-cita. (Red)








