Topiksumut.id, – Ramainya tautan video viral “Bandar Membara” di platform X memicu kekhawatiran aparat karena berpotensi menjadi modus penipuan digital yang membahayakan data pribadi pengguna.
Sejumlah akun menyebarkan klaim link video tersebut dengan iming-iming akses penuh, padahal banyak di antaranya diduga mengarah ke situs tidak aman yang berisiko merugikan pengguna.
“Bandar membara yang lagi rame viral di tele untuk menonton link nya ada di komentar,” cuit netizen di X seraya membagikan video dua detik beserta linknya, dikutip Jawapos.com.
“Bandar membara yang lagi viral, Bandar batang viral,” sahut warga net lainnya sambil memosting potret pasangan muda-mudi pemeran video Bandar Membara dan tak lupa menautkan link .
Konten itu dilaporkan mulai beredar sejak Sabtu (18/4/2026) melalui aplikasi perpesanan sebelum meluas ke berbagai media sosial, sehingga mempercepat penyebaran sekaligus meningkatkan potensi penyalahgunaan.
Polisi telah memeriksa dua orang yang diduga terkait dalam video tersebut untuk menelusuri sumber penyebaran, sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Pemanggilan ini untuk klarifikasi terkait konten yang beredar dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Maulidya Maharani, Selasa (21/4/2026), seperti dikutip dari metropekalongan (jaringan Pontianak Post).
Ia menegaskan, penyebar konten bermuatan pelanggaran dapat dimintai pertanggungjawaban hukum jika terbukti memenuhi unsur pidana.
Di sisi lain, maraknya tautan mencurigakan menjadi ancaman nyata bagi pengguna internet, terutama mereka yang tergoda mengklik link tanpa verifikasi.
Praktik phishing menjadi salah satu modus yang paling sering digunakan, dengan cara meniru tampilan situs resmi untuk mencuri data login, kata sandi, hingga kode OTP.
Selain itu, tautan palsu juga berpotensi menyisipkan malware yang dapat merusak perangkat, memperlambat kinerja ponsel, hingga membuka akses bagi peretas terhadap akun pribadi.
Risiko lain yang tak kalah serius adalah penipuan finansial, di mana korban diarahkan mengisi data kartu atau melakukan transaksi yang berujung pada kerugian uang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak penyebaran konten viral tidak hanya berhenti pada isu moral, tetapi juga berimbas langsung pada keamanan digital masyarakat.
Pengguna diimbau lebih waspada dengan tidak sembarang mengklik tautan, memeriksa alamat situs secara teliti, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah.
Kehati-hatian menjadi kunci agar tidak terjebak dalam kejahatan siber yang kian canggih dan menyasar pengguna secara acak. (red)







