Topiksumut.id, BINJAI – Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi bertemu dengan perwakilan puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Kantor Camat Binjai Timur beralamat di Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi usai penertiban pedagang yang berjualan di Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur dan Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan.
Amatan wartawan dalam pertemuan tersebut, tampak hadir juga Sekda Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Binjai, Hairil Anwar, Kepala Disperindag, Hamdani Hasibuan, Kepala Dinas Koperasi, Sofyan Siregar, Camat Binjai Timur dan Camat Binjai Selatan.
“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini adalah niat yang baik, mudah-mudahan dengan cara yang baik,” ujar Wakil Wali Kota Binjai yang kerap disapa Jiji.
Jiji menyinggung, dalam waktu dekat pemerintah kota akan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar di Masjid Al-Fatih.
Ia berharap para pedagang di Jalan Olahraga maupun di Jalan Bandung bisa berjualan di sana. Sembari menunggu hasil rapat pemerintah untuk mencari solusi terhadap puluhan pedagang yang ditertibkan.
“Ada banyak event-event di Kota Binjai dalam waktu dekat kita akan menggelar MTQ tingkat kota di Masjid Al-Fatih. Nanti pedagang boleh berjualan di sana gratis dan sudah disiapkan puluhan stannya. Segera daftarkan ke dinas terkait,” ujar Jiji.
Gitupun Jiji secara pribadi dan atasnama pemerintah kota mewakili Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, memohon maaf jika ada tata cara yang salah selama penertiban pedagang berlangsung beberapa waktu yang lalu.
“Jika ada cara yang salah, saya pribadi dan atasnama pemerintah kota mewakili pak wali kota menyampaikan permohonan maaf, tidak ada ingin berbusung dada, dan berhebat-hebatan dengan jabatan yang singkat ini,” kata Jiji.
“Pak dewan mohon awasi kami pemerintah kota, terus kritik kami supaya bisa lebih baik. Dan Insyaallah bapak ibu pedagang, kita mencari solusi yang baik, dan kami tidak akan pernah lari,” sambungnya.
Sementara itu Ikhwan pedagang rujak yang sudah berjualan delapan tahun di Jalan Olahraga, tetap mendukung apapun itu kebijakan pemerintah kota.
“Saya di sini mewakil para pedagang di Jalan Olahraga, pada intinya kami semua mendukung kebijakan pemerintah yang selama itu pro rakyat. Dan kami memohon kepada pemerintah untuk mengizinkan kami untuk berjualan di Jalan Olahraga. Kami siap diatur, ditata rapi, agar tidak macet dan tidak telihat kumuh,” ucap Ikhwan.
Para pedagang di Jalan Olahraga sangat berkeinginan kembali berjualan di tempat semula.
“Kami semua sangat menginginkan kembali untuk berjualan, karena itulah sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga kami,” ujar Ikhwan.
ikhwan pun merasa sedih. Pasalnya ia tak dapat lagi membantu dua orang pekerjanya, akibat tak berjualan.
“Saya sedih jadinya, karena saya juga mempekerjakan dua orang ibu-ibu. Yang satu suaminya tukang becak yang satu lagi tukang bangunan. Saya gaji mereka Rp 600 ribu. Mereka sempat tanya sama saya, kapan bisa jualan lagi,” ujar Ikhwan.
Ikhwan mengaku sepanjang ia berjualan rujak, selain di Jalan Olahraga pendapatannya gak maksimal.
“Jadi kami minta solousi terbaik dari pemerintah kota,” kata Ikhwan.
Hal serupa juga disampaikan Mahyadi pedagang kopi di Jalan Bandung yang sudah 23 tahun berjualan.
“Kami memohon untuk berjualan kembali, dan siap untuk ditata. Kami hanya mencari makan. Kami bukan jualan narkoba, dan merusak lingkungan.Tolong kami bapak yang punya kebijakan,” tutup Mahyadi. (red)








