Topiksumut.id, SIBOLGA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al Washliyah resmi bertransformasi menjadi Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah setelah terbitnya Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) Nomor 1100/B/O/2025.
Penyerahan Surat Keputusan perubahan bentuk tersebut berlangsung di Kantor LLDIKTI Wilayah I Medan dan diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Dr. Saiful Anwar Matondang, Ph.D., kepada Ketua STIE Al Washliyah, Dr. Mansur Tanjung, S.E., M.M. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. H. Ismail Efendi, M.Si.
Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, menegaskan bahwa kedudukan institut sejajar dengan universitas, sehingga perubahan bentuk ini menjadi langkah strategis dalam penguatan kelembagaan, perluasan kewenangan akademik, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di wilayah pesisir barat Sumatra Utara.
Sementara itu, Ketua STIE Al Washliyah, Dr. Mansur Tanjung, menyampaikan bahwa perubahan status ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja kolektif seluruh civitas akademika serta dukungan Al Jam’iyatul Washliyah.
“Perubahan status ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi lompatan besar dalam penguatan kualitas dan tata kelola perguruan tinggi. Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya di bidang bisnis dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman Al Washliyah,” ujar Mansur.
Menurutnya, dengan status institut, pihaknya memiliki ruang lebih luas untuk membuka program studi baru, memperkuat riset terapan, serta menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Hal ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Lebih lanjut, Mansur menegaskan bahwa kehadiran Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah di Sibolga dan Tapanuli Tengah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin institut ini menjadi bagian dari solusi. Pendidikan harus hadir sebagai penggerak kebangkitan daerah, apalagi masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah baru saja menghadapi musibah banjir dan longsor. Dari kampus inilah kami berharap lahir generasi yang mampu membangun daerahnya sendiri,” tegasnya.
Senada, Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah menilai transformasi ini sebagai tonggak sejarah penting setelah hampir empat dekade STIE Al Washliyah berkiprah di dunia pendidikan tinggi. Perubahan bentuk ini dipandang sebagai komitmen Al Washliyah dalam menjawab tantangan zaman dan memperluas kontribusi di bidang pendidikan, bisnis, dan teknologi.
Dengan status barunya, Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah diharapkan semakin mengokohkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai keislaman, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah. (Uki)








