Topiksumut.id, SIBOLGA – Sejak pagi, anak-anak di pengungsian Jalan Murai sudah tampak duduk rapi menunggu kedatangan rombongan perwira muda Resimen Dharma Rakshaka Nayaka Angkatan 54. Ketika deretan anggota Polri memasuki area pengungsian sambil membawa kardus berisi susu kotak aneka rasa, tawa dan sorak kecil langsung pecah.
Salah satu anak pengungsi, Tiara (8), menjadi yang paling antusias. Ia berlarian ke arah anggota Polri sambil tersenyum lebar.
“Senang sekali dapat susu. Aku suka rasa stroberi!” ujarnya sambil memeluk susu kotaknya erat-erat.
Di sisi lain, beberapa anak lainnya tampak memamerkan roti dan camilan yang mereka terima. Beberapa bahkan langsung duduk bergerombol sambil membuka bungkusan makanan sambil bercanda. Kehadiran perwira Polri itu benar-benar mengubah suasana pengungsian menjadi lebih hidup.
Tidak hanya anak-anak, para orang tua juga terlihat lega melihat anak mereka gembira.
“Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak butuh hiburan dan perhatian. Terima kasih kepada anggota Polri yang sudah hadir langsung ke Jalan Murai ini. Mereka betul-betul membuat anak-anak ceria,” ujar Rita Hutagalung (36) yang sejak awal memantau pembagian susu itu.
Polri Hadir Dekat Warga: Pernyataan Panjang Ipda Seftian Tias Dame
Kanit Ekonomi Polres Sibolga, Ipda Seftian Tias Dame, memimpin langsung pembagian susu dan sembako tersebut. Dalam wawancara yang lebih panjang, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif para perwira muda Resimen Dharma Rakshaka Nayaka Angkatan 54 untuk memberikan dukungan maksimal kepada warga terdampak.
“Kegiatan ini adalah bentuk aksi nyata Polri dalam memberikan dukungan moral untuk anak-anak yang terdampak bencana. Kami memahami bahwa pascabencana, yang paling rentan adalah anak-anak. Mereka kehilangan rutinitas, kehilangan rasa nyaman, dan hidup di tenda darurat tentu bukan hal mudah bagi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, alasan mereka memilih memberikan susu bukan tanpa pertimbangan.
“Susu adalah asupan penting bagi anak-anak. Selain menambah gizi, susu juga menjadi hal sederhana yang bisa membuat mereka bahagia. Kami ingin menghadirkan kembali momen kecil yang membuat mereka tersenyum, karena keceriaan anak-anak adalah kekuatan terbesar bagi orang tua mereka untuk bangkit dari situasi ini,” katanya.
Ipda Seftian juga menekankan bahwa Polri ingin memastikan kehadiran mereka benar-benar terasa di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya datang memberi bantuan lalu pergi. Kami ingin hadir, melihat langsung kondisi pengungsian, berinteraksi, dan memastikan anak-anak merasakan kehangatan dari kami. Resimen Dharma Rakshaka Nayaka 54 memang memiliki komitmen kuat terhadap kemanusiaan. Kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian itu,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial serupa akan terus digelar di beberapa titik pengungsian lain di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
“Ini bukan yang terakhir. Kami masih akan turun ke lokasi lain selama masyarakat membutuhkan. Kita ingin memastikan semangat anak-anak tetap terjaga, karena mereka adalah masa depan kita bersama,” tutupnya.
Kegiatan berlangsung hampir dua jam. Anak-anak tidak hanya menerima susu dan makanan ringan, tetapi juga berfoto bersama anggota Polri. Beberapa anak bahkan meminta susu tambahan untuk adik mereka yang masih kecil.
Warga sekitar Jalan Murai menyebut kegiatan ini sebagai salah satu momen paling cerah sejak bencana melanda.
Dengan berakhirnya kegiatan, para perwira muda Resimen Dharma Rakshaka Nayaka Angkatan 54 berpamitan sambil melambaikan tangan, diiringi teriakan anak-anak yang berkata, “Datang lagi, Pak!” (Uki)








