Topiksumut.id, BINJAI – Proyek perkuatan jembatan Sungai Bangkatan ruas Jalan Irian, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, mendapat sorotan masyarakat.
Pasalnya melalui video yang beredar berdurasi 1 menit 36 detik yang diperoleh wartawan, masyarakat mempertanyakan pembangunan proyek yang menghabiskan dana Rp 986 juta yang bersumber dari APBD Kota Binjai tahun 2025.
@topik_sumut Proyek perkuatan jembatan Sungai Bangkatan ruas Jalan Irian, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, mendapat sorotan masyarakat. Pasalnya melalui video yang beredar berdurasi 1 menit 36 detik yang diperoleh wartawan, masyarakat mempertanyakan pembangunan proyek yang menghabiskan dana Rp 986 juta yang bersumber dari APBD Kota Binjai tahun 2025. “Yang terhormat bapak wali kota binjai beserta jajaran, izin melaporkan pembangunan jembatan di wilayah Kelurahan Setia, Jalan Kapten Muslim, Simpang Irian, posisi (proyek) jembatan menjolok ke tengah aliran sungai,” ujar seorang pria di dalam video yang dilihat wartawan pada, Selasa (13/1/2026). Lanjut pria itu, akibat proyek itu aliran Sungai Bangkatan menjadi sempit alias tinggal separuh. “Jadi sungai ini menyempit tinggal separuh, sehingga akan menimbulkan banjir yang berlebihan di wilayah daerah Gang Balai dan sekitarnya,” kata pria itu. “Sebelum dibangun (proyek) jembatan ini, air banjir akan surut sebelum 24 jam. Jika ini posisi aliran sungai yang lebih sempit, maka akan dipastikan surutnya banjir akan lebih lama dari biasanya,” sambungnya. Masyarakat yang merekam kondisi aliran Sungai Bangkatan ini pun memohon kepada wali kota untuk meninjau ulang tentang pembangunan perkuatan jembatan itu. Selengkapnya di Topiksumut.id #topiksumut #viral #kotabinjai #proyek #sumaterautara
“Yang terhormat bapak wali kota binjai beserta jajaran, izin melaporkan pembangunan jembatan di wilayah Kelurahan Setia, Jalan Kapten Muslim, Simpang Irian, posisi (proyek) jembatan menjolok ke tengah aliran sungai,” ujar seorang pria di dalam video yang dilihat wartawan pada, Selasa (13/1/2026).
Lanjut pria itu, akibat proyek itu aliran Sungai Bangkatan menjadi sempit alias tinggal separuh.
“Jadi sungai ini menyempit tinggal separuh, sehingga akan menimbulkan banjir yang berlebihan di wilayah daerah Gang Balai dan sekitarnya,” kata pria itu.
“Sebelum dibangun (proyek) jembatan ini, air banjir akan surut sebelum 24 jam. Jika ini posisi aliran sungai yang lebih sempit, maka akan dipastikan surutnya banjir akan lebih lama dari biasanya,” sambungnya.
Maysarakat yang merekam kondisi aliran Sungai Bangkatan ini pun memohon kepada wali kota untuk meninjau ulang tentang pembangunan perkuatan jembatan itu.
Informasi yang diperoleh wartawan dari spse.inaproc.id proyek yang hampir menghabiskan dana Rp 1 miliar, dikerjakan oleh perusahaan berinisial CV VC yang beralamat di Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Diketahui ada delapan peserta perusahaan yang mengikuti lelang proyek.
Namun hanya perusahaan CV VC yang satu-satunya perusahaan memberikan harga penawaran dan dinyatakan sebagai pemenang proyek.
Bahkan informasi yang diperoleh wartawan, proyek penguatan jembatan ini diduga milik oknum aparat penegak hukum (APH).
Sementara itu Kepala Dinas PUTR Binjai, Wahyu Umara saat dikonfirmasi wartawan soal proyek tersebut, tindak menjawab pesan singkat WhatsApp yang dilayangkan wartawan.
Wahyu baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas PUTR Binjai oleh Wali Kota Binjai, Amir Hamzah beberapa hari yang lalu.
Sebelumnya Wahyu merupakan pejabat impor dari Kabupaten Serdang Bedagai yang duduk dijabatan empuk dilingkungan Pemerintah Kota Binjai. (Red)








