Topiksumut.id, LANGKAT – Proyek pembangunan taman dilingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendapatkan sorotan.
Pasalnya pembangunan taman yang menghabiskan dana ratusan juta dari uang rakyat itu, tak ada hal yang mendesak atau urgensinya.
@topik_sumut Proyek pembangunan taman dilingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendapatkan sorotan. Pasalnya pembangunan taman yang menghabiskan dana ratusan juta dari uang rakyat itu, tak ada hal yang mendesak atau urgensinya. Apalagi Kabupaten Langkat tengah berduka, baru saja dilanda musibah banjir besar yang merendam 16 kecamatan, serta 13 orang masyarakat meninggal dunia. Tak hanya itu, banyak rumah masyarakat yang rusak parah, bahkan sampai saat ini bantuan logistik terhadap masyarakat yang tertimpa musibah belum merata. Dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik, proyek dipecah dalam tiga paket pengerjaan dengan rekanan atau penyedia yang berbeda. Judul pertama, proyek rehabilitasi taman depan kantor, yang diborong CV Zidane Mandiri sebesar Rp 150 juta. Judul kedua, proyek pembuatan taman dalam kantor di depan ruang fraksi, yang diborong CV Citra Karya Mandiri sebesar Rp 200 juta. Judul terakhir, proyek rehabilitasi taman dalam kantor, yang diborong CV Gazala Sejahtera Madani sebesar Rp 150 juta. Sekretaris DPRD Langkat, Basrah Pardomuan belum merespon konfirmasi wartawan sejak Kamis (18/12/2025). Hingga Jumat (19/12/2025) pesan singkat yang dilayangkan wartawan melalui WhatsApp belum juga dibalas. Kemudian wartawan juga sudah melakukan upaya konfirmasi ke kantornya, Basrah tidak berada di tempat. Politisi Partai Golkar yang kali kedua menjabat sebagai Ketua DPRD Langkat dan ipar Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti ini, tidak merespon saat konfirmasi wartawan. Sementara itu, menanggapi proyek yang dibelanjakan di tengah bencana banjir, pengamat sekaligus Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumut, Abdul Rahim Daulay menilai, proyek tersebut tidak pantas dikerjakan di tengah kondisi masyarakat Langkah yang baru saja dilanda bencana banjir. Bahkan saat ini, masyarakat tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Namun wakil rakyat, malah mengalokasikan anggaran pembuatan taman dengan menguras biaya ratusan juta rupiah. Selengkapnya di Topiksumut.id #topiksumut #viral #dprd #langkat #bencanaalam
Apalagi Kabupaten Langkat tengah berduka, baru saja dilanda musibah banjir besar yang merendam 16 kecamatan, serta 13 orang masyarakat meninggal dunia.
Tak hanya itu, banyak rumah masyarakat yang rusak parah, bahkan sampai saat ini bantuan logistik terhadap masyarakat yang tertimpa musibah belum merata.
Dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik, proyek dipecah dalam tiga paket pengerjaan dengan rekanan atau penyedia yang berbeda.
Judul pertama, proyek rehabilitasi taman depan kantor, yang diborong CV Zidane Mandiri sebesar Rp 150 juta.
Judul kedua, proyek pembuatan taman dalam kantor di depan ruang fraksi, yang diborong CV Citra Karya Mandiri sebesar Rp 200 juta.
Judul terakhir, proyek rehabilitasi taman dalam kantor, yang diborong CV Gazala Sejahtera Madani sebesar Rp 150 juta.
Sekretaris DPRD Langkat, Basrah Pardomuan belum merespon konfirmasi wartawan sejak Kamis (18/12/2025). Hingga Jumat (19/12/2025) pesan singkat yang dilayangkan wartawan melalui WhatsApp belum juga dibalas.
Kemudian wartawan juga sudah melakukan upaya konfirmasi ke kantornya, Basrah tidak berada di tempat.
Politisi Partai Golkar yang kali kedua menjabat sebagai Ketua DPRD Langkat dan ipar Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti ini, tidak merespon saat konfirmasi wartawan.
Sementara itu, menanggapi proyek yang dibelanjakan di tengah bencana banjir, pengamat sekaligus Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumut, Abdul Rahim Daulay menilai, proyek tersebut tidak pantas dikerjakan di tengah kondisi masyarakat Langkah yang baru saja dilanda bencana banjir.
Bahkan saat ini, masyarakat tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Namun wakil rakyat, malah mengalokasikan anggaran pembuatan taman dengan menguras biaya ratusan juta rupiah.
“Kebijakan pembangunan taman ini menunjukkan mal-empati pemerintah daerah terhadap penderitaan masyarakat. Masih banyak warga terdampak bencana banjir di Langkat yang membutuhkan bantuan nyata, baik perbaikan rumah, pemulihan infrastruktur dasar maupun dukungan ekonomi,” kata Rahim.
“Ini sangat tidak pantas dan mencederai rasa keadilan publik. Masyarakat masih berjuang bangkit dari bencana, pemerintah justru mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk taman di Kantor DPRD Langkat,” sambungnya.
Dia menilai, proyek itu bersifat estetika dan tidak sejalan dengan skala kebutuhan masyarakat saat ini. Bahkan, menurutnya, dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk penanganan bencana, meski sudah disahkan. Atau sebaliknya, kenapa tidak dibatalkan saja.
“Dananya dapat digunakan untuk membantu korban banjir, memperbaiki fasilitas umum atau mendukung sektor pendidikan dan kesehatan yang terdampak,” kata Rahim.
Dia juga menyoroti Pimpinan DPRD Langkat dalam proyek ratusan juta rupiah tersebut.
Menurutnya, Pimpinan DPRD Langkat harus jeli dan lebih prioritaskan kepentingan rakyat.
“Apa urgensi proyek itu, mengingat lokasi taman berada di area perkantoran yang manfaatnya terbatas dan tidak dapat dirasakan langsung masyarakat. Kantor DPRD Langkat itu tidak perlu ada penambahan, karena sudah mewah,” tutup Rahim. (Red)








