Topiksumut.id, MEDAN – Untuk ketiga kalinya PSMS harus puas berbagi poin dengan PSPS Pekanbaru. Teranyar PSMS ditahan imbang 1-1 pada lanjutan Championship musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumut, Sabtu (28/3/2026) malam.
Absennya sejumlah pemain kunci seperti Fardan, Erwin Gutawa, Zikri, dan Saddam Hi Tenang benar-benar terasa dalam permainan PSMS Medan.
@topik_sumut Sesama suporter PSMS Medan ricuh usai laga melawan PSPS Pekan Baru di Stadion Utama Sumatera Utara, berakhir imbang pada, Sabtu (28/3/2026) malam. Informasi yang diperoleh, lelompok suporter PSMS itu ricuh karena masalah diinternalnya. Gegara tak terima di tegur. #topiksumut #viral #psmsmedan #kotamedan #sumaterautara
Tim asuhan Eko Purdjianto itu tampil kurang menggigit dan harus puas bermain imbang setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Di lini depan, PSMS masih mengandalkan Felipe Cadenazzi sebagai target man. Ia disokong Clayton di lini tengah, serta pergerakan Dani Saputra dan Ari Maring dari sisi sayap.
Adlin Cahya diplot sebagai jangkar, sementara lini belakang dikomandoi Kim bersama Jody, dengan Budhiar dan Nazar di posisi fullback. Di bawah mistar, Reky kembali dipercaya menjaga gawang.
Namun, justru tim tamu PSPS Riau yang lebih dulu mencuri keunggulan. Dilansir dari Sumut.idntimes.com, pada menit ke-26, situasi bola mati menjadi petaka.

Sepakan bebas dari sisi kiri pertahanan PSMS berujung kemelut di kotak penalti, yang sukses dimaksimalkan Antonio Augusto untuk membawa PSPS unggul 1-0.
Tertinggal, PSMS mencoba merespons cepat. Peluang emas hadir jelang turun minum lewat sepakan jarak dekat Cadenazzi, namun masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper lawan.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Ayam Kinantan meningkat. Upaya demi upaya terus dilancarkan, mulai dari tembakan jarak jauh Adlin Cahya hingga kombinasi apik Antoni Putro dan Cadenazzi yang nyaris berbuah gol, sayangnya peluang Clayton masih melebar tipis.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-67. Nazar menjadi penyelamat setelah memanfaatkan umpan Zaki di depan gawang, mengubah skor menjadi 1-1 dan membangkitkan harapan tuan rumah.
Di sisa laga, PSMS tampil lebih menekan dan terus menggempur pertahanan PSPS. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, gol tambahan tak kunjung tercipta.
Usai pertandingan, Eko Purdjianto tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai permainan timnya tidak berkembang, terutama karena kehilangan sejumlah pilar utama yang selama ini menjadi tulang punggung tim.
Hasil ini membuat PSMS masih tertahan di papan tengah klasemen sementara Liga 2 dengan raihan 30 poin dari 22 pertandingan. Selanjutnya, PSMS Medan akan menjalani laga tandang pada 5 April 2026, dalam upaya menjaga asa kembali ke jalur kemenangan. (red)








