Topiksumut.id, DAIRI – Puluhan siswa di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kembali harus dilarikan kerumah sakit. Kali ini, puluhan pelajar dari SMK Arina harus dibawa ke RSUD Sidikalang dan Rumah Sakit Serenapita, Rabu (11/2/2025).
Asisten Pemerintahan Kabupaten Dairi, Agel Siregar mengatakan, jumlah siswa yang dilarikan ke dua rumah sakit itu sebanyak 83 orang.
@topik_sumut Puluhan siswa di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kembali harus dilarikan kerumah sakit. Kali ini, puluhan pelajar dari SMK Arina harus dibawa ke RSUD Sidikalang dan Rumah Sakit Serenapita, Rabu (11/2/2025). Asisten Pemerintahan Kabupaten Dairi, Agel Siregar mengatakan, jumlah siswa yang dilarikan ke dua rumah sakit itu sebanyak 83 orang. “Untuk siswa yang dirawat di RSUD Sidikalang sebanyak 32 orang, dan RS Serenapita sebanyak 51 orang, ” ujar Agel melalui pesan singkat. Agel menyebut, para siswa mengalami masalah keluhan seperti mual, sakit perut, dan sakit kepala. “Kalau masalah keluhan, info yang didapat mual, sakit perut dan pening, ” jelasnya. Sebelumnya pelajar di SMK HKBP terlebih dahulu dirawat di kedua rumah sakit tersebut, dengan gejala yang sama persis. Tercatat sebanyak 133 siswa, harus mendapat perawatan intensif. Sehingga, total pelajar yang alami dugaan keracunan mencapai 216 siswa. Akibatnya, jumlah tempat tidur pasien menjadi penuh. Pihaknya pun kemudian melakukan penambahan velbed sebanyak 50 unit, dan matras sebanyak 15 unit. Selengkapnya di Topiksumut.id #topiksumut #mbg #sidikalang #sumaterautara #keracunan
“Untuk siswa yang dirawat di RSUD Sidikalang sebanyak 32 orang, dan RS Serenapita sebanyak 51 orang, ” ujar Agel melalui pesan singkat.
Agel menyebut, para siswa mengalami masalah keluhan seperti mual, sakit perut, dan sakit kepala.
“Kalau masalah keluhan, info yang didapat mual, sakit perut dan pening, ” jelasnya.
Sebelumnya pelajar di SMK HKBP terlebih dahulu dirawat di kedua rumah sakit tersebut, dengan gejala yang sama persis. Tercatat sebanyak 133 siswa, harus mendapat perawatan intensif. Sehingga, total pelajar yang alami dugaan keracunan mencapai 216 siswa.
Akibatnya, jumlah tempat tidur pasien menjadi penuh. Pihaknya pun kemudian melakukan penambahan velbed sebanyak 50 unit, dan matras sebanyak 15 unit.
Ditanya soal keluhan yang dikonsumsi akibat usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Agel menyebut hal itu masih dugaan sementara.
“Sementara itu dugaanya. Tapi pastinya menunggu hasil identifikasi dan uji lab. Nanti pihak BGN yang menyampaikan itu, ” jelasnya.
Informasi yang dihimpun, para pelajar SMK Arina mengalami insiden yang sama dengan pelajar SMK HKBP usai menyantap menu MBG.
Bahkan, diketahui asal makanan kedua sekolah itu berasal dari dapur yang sama. (Alv)








