Topiksumut.id, ACEH – Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) Sumatera Utara kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di wilayah Aceh Timur pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan amanah langsung dari IPKKI Pusat yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan USU Peduli serta Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, dengan melibatkan relawan mahasiswa Program Sarjana dan Magister Keperawatan USU.
Bantuan disalurkan langsung ke wilayah Peureulak, Aceh Timur, dan secara simbolis diserahkan oleh Sekretaris IPKKI Sumut, Dr. Siti Zahara Nasution, didampingi perwakilan Fakultas Keperawatan USU, Lufthiani, M.Kes, dan Rosalin Darmayanti, SE.
Dalam kegiatan tersebut, tim membawa sejumlah paket bantuan yang terdiri dari karung beras, selimut, perlengkapan ibadah, pakaian baru serta pakaian layak pakai, yang dikemas secara rapi untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak.
Kehadiran relawan mahasiswa ikut memperkuat misi kemanusiaan ini, baik dalam proses pendistribusian maupun memastikan bantuan tepat sasaran.
Melalui bantuan yang diberikan, IPKKI Sumut berharap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir dapat terbantu dan memberi dukungan moral bagi warga dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan warga, tetapi juga menjadi wujud kehadiran dan kepedulian perawat komunitas bagi masyarakat,” disampaikan perwakilan IPKKI Sumut.
Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, masih terdapat kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga, terutama kasur, tikar, dan peralatan memasak.
IPKKI Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi dan melanjutkan penggalangan bantuan lanjutan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap serta menjangkau wilayah terdampak lainnya di Aceh.
Melalui aksi kemanusiaan ini, IPKKI Sumut bersama USU Peduli dan PPNI Fakultas Keperawatan USU menegaskan peran tenaga kesehatan khususnya perawat komunitas tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam aksi nyata di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. (Red)







