Topiksumut.id, BINJAI – Beredar viral pedagang UMKM resah terhadap juru parkir di Lapangan Merdeka Binjai. Keresahan itu juga berbuntut cekcok mulut dengan jukir belum lama ini.
Dari video yang dilihat wartawan dan dibagikan akun media sosial Putra Mahkota Sitepu, cekcok mulut pedagang dengan jukir itu karena pembelinya dikutip parkir.
Pedagang tersebut tak senang dengan hal tersebut dan mengambil video hingga menyebarluaskan pada media sosial.
“Ini parkir liar, di area sini gak ada parkir. Di sini gak ada parkir, tapi ada pengutipan liar,” ujar wanita dalam video yang dilihat wartawan, dikutip dari Tribun Medan.
Memang Lapangan Merdeka Binjai dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Ada yang sekadar membeli makanan UMKM yang dijual pedagang, juga ada yang turut menikmatinya di Lapangan Merdeka Binjai.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Binjai, Harimin Tarigan yang baru saja menjabat menyebut, sudah mengetahui persoalan tersebut. Kata dia, setiap kendaraan yang berhenti di tepi jalan umum pada seputaran Lapangan Merdeka Binjai dikenakan retribusi.
“Di sekitar Lapangan Merdeka terdapat juru parkir resmi yang ditugaskan memungut retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Berdasarkan Perda Kota Binjai Nomor 1 Tahun 2024, dinyatakan bahwa retribusi parkir dipungut terhadap pengguna jasa pelayanan parkir di tepi jalan umum termasuk di tepi jalan di lapangan Merdeka Binjai,” ujar Harimin, Kamis (20/11/2025).
Lanjut Harimin, jumlah jukir resmi yang tercatat pada Dishub Binjai berjumlah 21 orang untuk tugas di Lapangan Merdeka.
Disinggung dugaan kebocoran retribusi parkir, Harimin sebagai pejabat baru menyebut, akan melakukan pendataan.
“Dalam rangka penataan juru parkir dan mencegah kebocoran penyetoran retribusi parkir, kami akan melakukan pendataan. Utamanya data identitas diri, jumlah juru parkir resmi, lokasi pemungutan restribusi parkir dan memastikan hasil pemungutan retribusi parkir disetor ke Kas Daerah Kota Binjai,” ujar Harimin.
“Hasil telaahan Dishub, kejadian malam itu (cekcok pedagang dengan jukir) adalah kesalahpahaman. Oleh karenanya, semua pihak yang berkepentingan di Lapangan Merdeka, seperti pedagang dan juru parkir, diharapkan dapat bekerja sama dalam mewujudkan ketertiban umum dan lalu lintas,” tambahnya. (Red)








