Topiksumut.id, SIDIKALANG – Sudah hampir 2 bulan yang lalu Kabupaten Dairi di gegerkan dengan ratusan siswa di beberapa sekolah yang mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
Meskipun saat ini para siswa sudah dinyatakan pulih dan boleh pulang kerumah, namun peristiwa itu masih terus berlanjut.
Bukan karena kasus keracunan makanan, namun biaya pengobatan di rumah sakit yang sampai saat ini masih belum terbayarkan.
Hal itu pun dibenarkan oleh Humas RSUD Sidikalang, Jetra Bakkara. Dirinya pun menyebut, RSUD Sidikalang sebelumnya melakukan perawatan intensif kepada 149 pelajar yang mengalami keracunan.
“Benar pembyaran terkait pengobatan dimaksud belum dibayarkan, jumlah siswa yang dirawat 149 orang,” ujarnya kemarin, Selasa (31/3/2026).
Jetra pun menegaskan sampai saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelunasan biaya pengobatan tersebut.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk pembayaran tetap berjalan baik dan sedang dalam proses, ” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Dairi, Pahlawan mengatakan tidak ada tunggakan kepada pihak rumah sakit.
Namun, hanya saja saat ini masih dalam proses pelengkapan berkas dari pihak rumah sakit, dan selanjutnya nanti akan dibayar melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BGN yang bersumber melalui APBN.
“Tidak ada tunggakan bang. Masih melengkapi berkas lengkap dari pihak RS bang. APBN gak sembarangan ngasihnya bang. (Soalnya) uang negara, ” tutup Pahlawan. (Alv)








