Topiksumut.id, BINJAI – Nasib malang dialami pelajar sekaligus Anggota Paskibraka dari sekolah swasta berinisial Rev berusia 17 Tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasalnya setelah melalui serangkaian proses tahapan seleksi dengan ketat hingga terpilih, Rev diduga dipaksa mundur karena alasan sakit dan diopname.

Bahkan, Rev langsung digantikan oleh peserta lain buntut dari opname di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham.

Rev mendadak tumbang usai menjalani sesi latihan rutin di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (4/8/2026).

Saat itu, Rev dan Anggota Paskibraka Binjai lain, tengah latihan selama kurang lebih 30 menit.

Memasuki jam istirahat, Rev tiba-tiba mengalami pusing dan tumbang, hingga dilarikan ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai, untuk mendapat penanganan medis.

Pelajar berusia 17 tahun asal sekolah swasta ini mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan. Namun hal itu, membuat Rev pupus menjadi pasukan pengibar bendera pada HUT RI ke-81.

Pasalnya, Rev mendapat pesan yang berisikan surat pengunduran dari pesan singkat WhatsApp.

Bahkan, Rev juga didatangi seorang staf dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai berinisial RPA, dengan tujuan mengambil perlengkapan serta atribut Paskibraka.

Lebih menyedihkan lagi, Rev kemudian dikeluarkan dari grup WhatsApp. Panitia diduga sudah menggantikan Rev dengan peserta lain.

“Ibu itu dari Kesbangpol, dia yang ngambil bajunya satu setel, PDL sama sepatu sama topi di rumah sakit,” ujar Rev, Jumat (7/8/2026).

Jerih payah Rev menjadi Anggota Paskibraka Kota Binjai usai mengikuti seleksi ketat pun berakhir dengan pil pahit.

Menariknya, surat pengunduran diri yang diduga dipaksa untuk ditandatangani tertulis pada 5 Agustus 2026.

Sementara, surat opname dari RSUD Djoelham dikeluarkan pada 6 Agustus 2026. Hal tersebut mencuat dugaan indikasi bahwa seleksi ketat yang dilakukan tidak transparan.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Ruslianto, tak memberi jawaban secara gamblang saat dikonfirmasi. Dia hanya beralasan sakit dan Rev menjalani opname.

Buntutnya, Rev pun tidak dapat melanjutkan sebagai Anggota Paskibraka Kota Binjai.

“Sakit di-opname, pertimbangan dokter dan pelatih tidak memungkinkan untuk melanjutkan latihan,” kata Ruslianto.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai tidak adanya surat keterangan atau rekomendasi tertulis dari pihak rumah sakit yang menyatakan peserta permanen tidak layak berlatih, Ruslianto memilih tidak menjawab.

Begitupun, konfirmasi yang disampaikan Ruslianto tidak sejalan dengan keterangan yang dihimpun di RSUD Djoelham.

Rev disebut tidak mengalami masalah berat dan sudah dinyatakan sehat hingga dapat beraktivitas kembali. Rev hanya dehidrasi ringan dan tidak ada permasalahan kesehatan yang berat. (red)