Topiksumut.id, SIDIKALANG – Ratusan pelajar SMK HKBP Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara mengalami insiden tak mengenakkan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Sebannyak 153 murid itu mengalami diare, sehingga harus dilarikan ke RSUD Sidikalang, puskesmas, dan RSUD Serenapita.
Terkait hal itu, pengamat hukum yang juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Redyanto Sidi, angkat bicara.
Redyanto menyebut, perlu dilakukan pemeriksaan medis terhadap anak dan pemeriksaan lab terhadap makanannya untuk menentukan memastikan penyebab sakit perutnya ratusan murid tersebut.
“Sehingga jelas secara medis, bukan spekulasi atau pembenaran-pembenaran, ” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Menurutnya, banyaknya korban jiwa dalam kejadian tersebut merupakan kejadian luar biasa. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
“Anak-anak juga perlu dilakukan pemulihan termasuk psikologisnya, ” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, siswi SMK HKBP yang berada di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara mendadak dilarikan kerumah sakit, Selasa (10/2/2026).
Para murid tersebut mengalami keluhan sakit pada bagian perut hingga diare, sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution mengatakan, menyebut para siswa – siswi mengalami gangguan pencernaan, bukan karena keracunan.
“Sebenarnya bukan keracunan bang. Tapi karena masalah gangguan pencernaan, ” ujarnya saat dihubungi.
Pahlawan menyebut, para siswa – siswi mengalami gangguan pencernaan itu usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) kemarin.
“Mereka mengalami gangguan pencernaan usai menyantap makanan semalam. Bukan yang hari ini. Jadi itu juga yang menjadi perhatian kami. Seharusnya jika memang akibat dari makanan itu, tenggang waktunya sekitar 6 jam, ” jelasnya.
Adapun jumlah siswa – siswi yang dilaporkan mengalami gangguan pencernaan sebanyak 153 siswa, dimana 76 diantaranya sudah izin pulang terlebih dahulu, dan sisanya mengalami diare massal di sekolah.
Atas kejadian tersebut, dapur SPPG yang mendistribusikan MBG tersebut terpaksa ditutup sementara, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Pihak BGN juga sudah melakukan pemeriksaan sampel makanan, untuk mengetahui penyebab pasti penyakit yang diderita ratusan pelajar SMK itu.
Pahlawan pun menduga gangguan pencernaan tersebut berdampak pada pola hidup pelajar yang tidak teratur.
“Mungkin mereka merupakan anak kos, sehingga pola hidupnya tidak teratur. Ntah mungkin juga enggak sarapan, ” katanya. (Alv)







