Topiksumut.id, BINJAI – Pengemudi sexy Honda Brio BK 1799 RAA yang menabrak warung di Pasar Kaget, Kota Binjai, Sumatera Utara, masih menjadi sorotan.
Teranyar polisi menyampaikan dua keterangan berbeda. Mulanya pengemudi sexy atasnama Wike Rahayu dinyatakan terindikasi positif narkoba (amfetamin) oleh Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi pada, Senin (16/3/2026) siang.
@topik_sumut Pengemudi sexy Honda Brio atasnama Mike Rahayu yang tabrak warung di Pasar Kaget, Kota Binjai, Sumatera Utara pada, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menjalani tes urin. Hasil tes urinnya pada, Senin (16/3/2026) sore, Mike Rahayu dinyatakan negatif narkoba. Padahal sebelumnya polisi menjelaskan, jika wanita berusia 25 tahun itu dinyatakan positif narkoba. Diketahui dalam peristiwa tersebut 5 orang mengalami luka-luka. #topiksumut #viral #kecelakaan #kotabinjai #sumaterautara
Namun pada pada Senin sore, polisi memberi klarifikasi yang dibalut dengan pamerkan pemeriksaan urin Wike dengan hasil negatif.
Menariknya, warna urin Wike yang ditunjukkan kepada insan pers warnanya putih, sebening air dari pegunungan.
Urin itu dikemas dalam kemasan plastik berbentuk gelas yang tidak terlihat ada buih pada air tersebut.
Pun begitu, urin putih bening dalam pemeriksaannya menggunakan alat tes narkoba itu dinyatakan negatif narkotika.
“Sat narkoba menjawab dari peristiwa kejadian viral yang mana Wike sudah kita lakukan tes urin, hasilnya negatif. Namun, untuk perkembangan lanjutnya silahkan nanti ke Satlantas,” ujar Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, Selasa (17/3/2026).
Disoal adanya indikasi urin Wike awalnya yang dinyatakan positif mengacu pada dasar apa, dia tidak memberi jawaban secara jelas.
“Saya belum bisa menjawab adanya awal indikasi positif, karena kita yang berfaktakan hasil dari pemeriksaan yang sekarang ini. Dari acuan-acuan yang peristiwa orang itukan, yang bisa menyatakan positif-negatif itu ahli yang namanya Dokkes,” kata Ismail.
Sedangkan Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Indra Jansen Girsang menyebut bahwa hasil pemeriksaan awal itu tidak jelas atau samar-samar.
“Tadi malam (pas kejadian) telah dilakukan (pemeriksaan awal) pada pukul 03.15 WIB, dapat kami jelaskan hasil pemeriksaan tadi malam itu masih samar-samar,” ucap Indra.
“Jadi karena samar-samar, pada Senin pukul 17.30 WIB, kembali dilakukan secara langsung yang disaksikan beberapa media, dari Dokkes, dari Narkoba Polres Binjai, Satlantas juga dan hasil pemeriksaannya tadi adalah negatif,” tambahnya.
Pernyataan berbeda pada hari yang sama ini tentunya membingungkan masyarakat atau pembaca.
Mengingat peristiwa kecelakaan tersebut viral lantaran Wike berkendara tidak dilengkapi dengan surat izin mengemudi (SIM) dan berpakaian sexy.
Bahkan saat kejadian dan Wike diamankan, wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah.
Indra menambahkan, kecelakaan yang dialami Wike dengan kondisi mobil ringsek bagian depan dan airbag pada pengemudi serta setir sudah keluar itu, kategori tunggal tidak terjadi secara zig-zag.
“Dapat kami jelaskan bahwasanya kejadian itu kecelakaan tunggal, namun melibatkan atau menabrak beberapa kios. Ada empat kios yang ditabrak secara beruntun dan mengakibatkan lima luka-luka dan sekarang kami larikan ke rumah sakit, ditangani Rumah Sakit Djoelham,” ucap Indra.
“Puji tuhan, saat ini sudah kembali tiga, dan tinggal dua lagi di Rumah Sakit Djoelham masih dalam penanganan medis,” sambungnya.
Dengan hasil negatif pemeriksaan urin Wike yang sebening air pegunungan itu, kata Indra, Satlantas Polres Binjai melalui Unit Penegakkan Hukum yang menangani sepenuhnya kasus tersebut.
“Kasus narkobanya negatif, jadi sepenuhnya penanganan kasus ini diserahkan kepada Satlantas,” ujar Indra.
Disoal apakah sopir akan dilakukan penahanan karena berkendara yang mengakibatkan kecelakaan tunggal dan korban luka serta tanpa SIM, Indra tidak menjawab secara gamblang.
“Untuk pengemudi, kita tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata Indra.
Meski ada dugaan lalai dalam berkendara, Satlantas Polres Binjai mengupayakan perdamaian antara sopir dengan korban.
Namun hingga kemarin petang, keluarga dari Wike disebut belum ada yang mendatanginya ke Polres Binjai.
“Kita upayakan bagaimana caranya supaya terjadi mediasi atau perdamaian antara kedua pihak, antara pengemudi dengan korban yang ditabrak, sehingga nanti terjadinya RJ. Kami dari Satlantas Polres Binjai mengupayakan bagaimana kasus ini ataupun kecelakaan ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Indra.
Wike diketahui menabrak empat lapak jualan yang berada di Pasar Kaget Binjai, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota, Minggu (15/3/2026) pukul 23.00 WIB.
Insiden itu menyita perhatian masyarakat karena sang sopir diduga berkendara dalam keadaan mabuk dan tabrakan tersebut juga mengakibatkan lima orang mengalami luka.
Kelima korban dimaksud adalah, Wahyudi Syahputra (47), Astria Nina (30), Fitra Ramadhan (34), Mohammad Reza (28) dan Jhon Alfredo Sinurat (24). (red)








