Topiksumut.id, DELISERDANG – Aksi perampokan yang dilakukan 2 pelaku begal gagal total. Saat itu, keduanya menyasar driver taksi online (Grab) yang melintas di Jalan Besar Paya Bakung.
Akan tetapi driver taksi online yang jadi target korbannya justru melawan dan berteriak, Seorang pelaku malah jadi bulan-bulanan warga hingga tewas mengenaskan.
Aksi perampokan oleh pelaku begal tersebut terjadi di Jalan Besar Paya Bakung pada Kamis (22/1/2026) malam.
Pelaku yang diidentifikasi bernama Dika Pratama, warga Desa Klumpang Kebun, Dusun 14 Pelita, dilaporkan meninggal terakhir saat dalam perjalanan menuju klinik.
Insiden bermula sekitar pukul 21.00 WIB saat pelaku beserta seorang rekannya mencoba merampas mobil milik driver taksi online di kawasan Desa Bulu Cina.
Dalam upaya pembegalan tersebut, korban berusaha melakukan perlawanan yang menyebabkan mobilnya hilang kendali dan masuk ke dalam parit serta semak-semak.
Kegaduhan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian dan mengepung para pelaku.
Melihat massa yang mulai beringas, salah seorang rekan pelaku berhasil melarikan diri ke arah kegelapan, sementara Dika Pratama tertangkap di lokasi.
Berdasarkan rekaman video warga, pelaku terlihat tak berdaya mengenakan hoodie hitam dan celana jeans dengan kondisi tubuh yang sangat lemas.
Kedua tangan pelaku tampak diikat kuat menggunakan karet ban dan kabel charger handphone oleh warga yang merasa geram dengan aksi pembegalan tersebut.
Wajah dan sekujur tubuh pelaku mengalami luka lebam serius, bahkan bagian kepalanya terus mengeluarkan darah akibat hantaman benda tumpul.
Warga yang mengepung sempat meluapkan kemarahan dengan teriakan-teriakan emosional saat melihat mobil korban yang rusak di dalam parit.
Personel kepolisian yang tiba di lokasi segera menenangkan massa dan mengevakuasi pelaku dari kepungan warga yang semakin banyak.
Petugas berupaya membawa pelaku ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat karena kondisinya yang sudah sangat kritis.
Namun, luka parah yang diderita pelaku membuatnya tidak mampu bertahan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai di fasilitas kesehatan.
“Mobil korban sudah kami amankan, dan pelaku dinyatakan meninggal dunia saat akan dibawa ke klinik,” tulis laporan, dilansir dari Tribun Medan.
Polisi menduga bahwa Dika Pratama merupakan bagian dari komplotan begal yang selama ini merajalela dan meresahkan warga di wilayah Klumpang Kebun sekitarnya.
Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah mulai teridentifikasi dari keterangan sejumlah saksi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melintas di jalur sepi pada malam hari dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, membenarkan insiden pembegalan yang berujung pada tewasnya pelaku tersebut.
“Benar, ada seorang pelaku begal yang diamankan warga lantaran berusaha membegal driver taksi online,” ujar AKP Agus Purnomo, Jumat (23/1/2026).
Meskipun pelaku meninggal dunia setelah dihakimi massa, pihak kepolisian memastikan kasus ini tidak berlanjut ke tuntutan hukum dari pihak keluarga pelaku.
Keluarga Dika Pratama menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi agar jenazah bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan.
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko keamanan yang dihadapi oleh para pekerja transportasi online, terutama pada jam-jam rawan.
Pihak kepolisian mengapresiasi keberanian korban yang berhasil menyelamatkan diri, namun tetap mengimbau agar driver selalu berkoordinasi dengan komunitas.
Sementara satu pelaku lain yang melarikan diri masih terus diburu.
Polres Pelabuhan Belawan menegaskan akan terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan begal guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah Hamparan Perak. (Red)








