Topiksumut.id, LANGKAT – Masyarakat Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Bupati dan DPRD Langkat pada, Senin (30/3/2026).
Informasi yang diperoleh wartawan, kedatangan masyarakat Kecamatan Besitang mempertanyakan soal bantuan dari pemerintah pusat untuk korban terdampak banjir.
Menurut masyarakat, bantuan yang diserahkan pemerintah diduga sepenuhnya belum tepat sasaran.
Perwakilan masyarakat Kecamatan Besitang, atasnama Roy menjelaskan, masih adanya masyarakat terdampak banjir yang belum masuk dalam data penerima bantuan pemerintah.
“Rumah warga di desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Namun belum seluruhnya terakomodasi dalam pendataan,” ucap Roy.
“Kami berharap pemerintah juga memperhatikan masyarakat yang sama-sama menjadi korban banjir agar tidak ada yang merasa terabaikan,” sambungnya.
Meski begitu Pemerintah Kabupaten Langkat melaluiAsisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rudi Kinandung, menerima langsung perwakilan warga Besitang di Jentera Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Taufik Rieza, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Robbi Rezeki, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Dameka Putra Singarimbun, serta Kepala Pelaksana BPBD, Ansyari.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rudi Kinandung menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat di bawah arahan Bupati, Syah Afandin, terus berupaya memberikan solusi terbaik dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat terdampak.
Saat ini sebanyak 1.381 keluarga telah terdata sebagai penerima bantuan, berupa bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian sementara, maupun hunian tetap, serta bantuan stimulan ekonomi bagi korban bencana banjir Kabupaten Langkat.
Rudi memastikan, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap warga yang belum terdata dan akan segera mengambil langkah lanjutan.
“Bagi masyarakat yang belum masuk dalam data yang rumahnya dalam katagori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, dan hanya sekedar terdampak banjir saja, yang sementara belum masuk katagori yang bisa diberikan bantuan. Namun demikian bila ada ketentuan baru dari pusat untuk mendata atau mengakomodirnya, Pemkab Langkat siap melaksanakanya,” kata Rudi.
Lebih lanjut, Rudi menambahkan bahwa Pemkab Langkat akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan verifikasi ulang data warga terdampak.
Hal ini guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan tidak ada masyarakat yang tertinggal.
“Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memberikan rasa keadilan, kepastian, serta perlindungan kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir, khususnya di Kecamatan Besitang,” tutup Rudi. (red)







