Topiksumut.id, BINJAI – Ruas jalan diseputaran Pasar Tavip, Kota Binjai, Sumatera Utara, rusak dan makin memprihatinkan.
Kondisi jalan tersebut makin memprihatinkan lagi usai Dinas Pekerjaan Umum dana Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai tidak menjadikan prioritas perbaikan untuk ruas jalan seputaran Pasar Tavip pada tahun anggaran 2026.
@topik_sumut Ruas jalan diseputaran Pasar Tavip, Kota Binjai, Sumatera Utara, rusak dan makin memprihatinkan. Kondisi jalan tersebut makin memprihatinkan lagi usai Dinas Pekerjaan Umum dana Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai tidak menjadikan prioritas perbaikan untuk ruas jalan seputaran Pasar Tavip pada tahun anggaran 2026. Alasannya lantaran anggarannya tidak masuk dalam perencanaan atau rancangan. Padahal, anggaran tersebut sempat tertampung pada APBD 2025 dan bahkan, paket proyek yang mengurasi uang rakyat senilai Rp 1,9 miliar itu sempat tayang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai. Selengkapnya di Topiksumut.id #topiksumut #viral #jalanrusak #kotabinjai #sumaterautara
Alasannya lantaran anggarannya tidak masuk dalam perencanaan atau rancangan.
Padahal, anggaran tersebut sempat tertampung pada APBD 2025 dan bahkan, paket proyek yang mengurasi uang rakyat senilai Rp 1,9 miliar itu sempat tayang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai.
“Terkait jalan seputaran pasar Tavip memang sudah pernah masuk dalam anggaran P-APBD tahun 2025, namun karena waktu yang sangat minim dan mepet diakhir tahun 2025 kemarin, kegiatan tidak dapat dilaksanakan,” ujar Kepala Dinas (Kadis) PUTR Binjai, Wahyu Umara, Rabu (25/2/2026).
“Untuk anggaran tahun 2026 ini, kegiatan jalan seputaran Pasar Tavip tidak ditampung. Dan akan kita coba anggarkan kembali di Anggaran P-APBD 2026,” sambungnya.
Lanjut Wahyu menambahkan, pihaknya telah menerima arahan langsung dari pimpinan untuk segera melakukan sejumlah langkah perbaikan kualitas infrastruktur jalan di Binjai.
Namun Wahyu beralasan, kondisi keuangan daerah memprihatinkan hingga pelaksanaan perbaikan belum dapat menjangkau seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Kita tentu memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan yang rusak dapat segera diperbaiki. Namun, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia pada tahun 2026, perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas,” kata Wahyu.
Gitupun Dinas PUTR Binjai menetapkan delapan titik prioritas pemeliharaan jalan.
Adalah, Jalan Soekarno-Hatta sampai Tengku Amir Hamzah (sekitar kawasan Tugu), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Imam Bonjol (Binjai Kota), Jalan Pandega, Jalan Candra Kirana, Jalan Aipda Radiman, Jalan Samanhudi dan Jalan Ikan Tenggiri.
Wahyu menyebutkan, pelaksanaan pemeliharaan jalan ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Maret 2026. Saat ini, pihaknya tengah memasuki tahap persiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Kita targetkan Minggu depan atau di awal Bulan Maret sudah mulai pelaksanaan pemeliharaan di beberapa ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai prioritas,” ucap Wahyu.
Apabila rencana pencairan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) direalisasikan, maka Dinas PUTR akan kembali memprogramkan kegiatan tambahan yang dapat memperluas cakupan pembangunan dan perbaikan jalan sesuai harapan masyarakat.
“Pemko Binjai berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak dan aman,” tutup Wahyu. (red)








